TARI EBLAS

Versi pertama Eblas

Versi pertama tari Eblas

Tari Eblas Versi kini

 

Tari EBLAS adalah tari kreasi tradisional yang menceritakan tentang gadis-gadis madura yang cantik, feminin, luwes, lincah dan ceria.

Tari Eblas awal diciptakan berangkat dari ide keberadaan Topeng sebagai sebuah karya seni unik di Jawa Timur. Tari ini mengangkat seni Jawa-Madura yang dilahirkan dalam iklim budaya Surabaya.

Arif Rofiq menciptakan tari Eblas sekitar tahun 1990-an dengan konsep koreografi menggunakan topeng. Namun seiring perkembangan jaman, banyak penari yang sangat jarang mengenakan topengnya sehingga menonjolkan wajahnya.

Jadi tari Eblas dengan topeng -red: Topeng Eblas- bukanlah suatu inovasi baru dari tari Eblas tetapi justru adalah asal mula tari Eblas diciptakan.

Kostum tari Eblas sangat bervariasi, namun intinya adalah pakaian khas bernuansa madura. Seperti: kebaya madura, sewek/rok dengan batik madura, cemol madura, dan gelang kaki.

Advertisements

Seni Topeng Madura

Topeng Madura

Kesenian topeng telah ada di Indonesia sejak lama sekali. Banyak daerah yang memiliki ciri khas kesenian topeng masing-masing. Seperti contohnya topeng Cirebon yang sangat umum dikenal. Tetapi di Jawa Timur pun ada seni topengnya. Yaitu Topeng Madura. Dan seperti juga seni topeng lainnya, topeng Madura memiliki keunikan dan filosofi tersendiri.

Topeng Madura, mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan topeng yang lain. Hal ini dapat dilihat pada ekspresi wajah topeng yang mencerminkan perwatakan, sifat perangai setiap tokoh.

Makna simbolik yang terkandung dalam topeng Madura ini diantaranya dapat terlihat dari pemberian warna dasar sebagi berikut.

Warna Dasar Hijau :

Memiliki simbol sebagai bayangan insani yang selalu mencapai tujuan hidup lestari memenuhi norma-norma yang benar, jalan yang lurus, (sesuai dengan kaidah agama Islam). Simbol ini ada pada topeng Arjuna.

Warna Dasar Putih.

Memiliki simbol sebagai tokoh suci dengan watak yang arif, setia dalam mengabdikan diri pada keadilan dan kebenaran. Simbol ini ada pada tokoh semar.

Warna Dasar Merah.

Memiliki simbol yang melambangkan keberanian, ambisius, angkuh, sombong, serakah, dengki, keji dan licik meskipun demikian tidak semua tokoh berwajah merah selalu merupakah tokoh negatif, tetapi ada kalanya menjadi tokoh kesatria, misalnya tokoh dalam topeng Gatotkaca.

Warna Dasar Hitam

Memiliki simbol sebagai pandangan dunia suku Madura mengenai jagat raya yang menempatkan manusia sebagi mahkluk kecil dalam lingkungan alam raya ciptaan Tuhan, dimana kehidupan manusia sangat tergantung kepada kemurahan Tuhan, secara fisik bermakna tergantng kepada kemurahan alam raya hal itu terdiri dari unsur utama yaitu angkasa yang mengatur cuaca, musim dan bumi yang memberikan sumber air, sandang dan pangan. Simbol ini ada pada topeng Kresna.

Selain warna di atas, ada dua warna lainnya yaitu warna dasar coklat, dadu, kelabu, biru muda untuk tokoh satria yang kurang penting.

Mputantular: Seri Mengenal koleksi museum Negeri Propinsi Jawa Timur, Surabaya: Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Jawa Timur,1995, hlm.39-40

 

Sumber

 

 

TARI KASOMBER

 

Tari Kasomber adalah sebuah tari tradisi kreasi baru yang berasal dari Madura, Jawa timur. Tari ini mengangkat sebuah kebiasaan perempuan-perempuan di Madura yang sedang mengambil air di sebuah mata air. Oleh karena itu gerakan-gerakan tari dalam tarian ini menggambarkan situasi perempuan Madura membawa kendi dan mengambil air dengan rasa senang sambil bersenda gurau.