Memperkenalkan tarian anak-anak yang sesuai

Mengapa tarian anak itu mayoritas tari dengan judul hewan-hewan, tari permainan-permainan, tari lucu-lucu?
Perlu dipahami oleh anda semua, bahwa menciptakan tarian anak itu ada pendidikannya khusus. Koregrafer yang menciptakan tari anak itu tidak asal menciptakan tari. Semua tarian untuk anak itu memiliki maksud dan tujuan yang tidak sekedar goyang asik atau berjoged ramai.

Seringkali saya temui orangtua yang inginnya anak menari goyang-goyang egol egol, terlihat bahenol ya? tapi maaf pak/buk, itu sangatlah tidak untuk usianya. Meskipun Jaipong anda pikir tariannya seksi, goyangan lenggok menggoda, tapi yang anda lihat itu anak usia belasan atau dewasa yang memang sangat menarik dilihat menggoda, tetapi apakah sesuai untuk anak-anak?

Mengutip dari “Materi Seni Budaya.blogspot” bahwa Mempelajari gerak tari bukan merupakan prioritas utama. Namun yang lebih penting adalah aspek di balik pelajaran tari kaitannya dengan masalah budi pekeri dan perilaku anak.
Untuk itulah anak jangan dipaksakan menerima materi yang tidak sesuai dengan tingkat usia yang dimiliki. Hal ini akan sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis anak dalam menapak masa depan. tari dalam tataran ini harus mampu merangsang dan mengembangkan imajinasi serta memberikan kebebasan bagi anak-anak untuk menemukan sesuatu (Murgiyanto, 1993: 22).

Materi tari untuk anak dapat kita klasifikasikan sebagai berikut:

1. Tari yang disusun berdasarkan permainan anak keseharian (dolanan)
2. Tari yang disusun atas dasar teks lagu
3. Tari yang disusun atas dasar lagu
4. Imitasi gerak dalam kehidupan sehari-hari
(Empat tahapan tersebut untuk kelas I s/d III SD)

5. Imitasi tari tradisional
6. Tari tradisional yang disesuaikan dengan jiwa anak
7. Tari tradisional yang disesuaikan dengan kemampuan anak
(Kategori ini lebih tepat untuk kelas IV s/d VI SD).

Bagaimana mengajarkan tari untuk anak yang efektif ? Kita perlu memahami pembatasan kelas dan usia anak. Ini sangat perlu diketahui. Untuk memberikan materi kelas I s/d III kita dapat menerapkan sistem pelajaran imitasi (menirukan) gerak bebas dengan mengutamakan ketepatan irama. Baru kemudian menirukan gerak dengan ketepatan gerak. Dan terakhir adalah improvisasi secara bebas.

Untuk kelas IV s/d VI, secara umum metode di atas dapat diterapkan, namun dengan penekanan pada unsur kualitas gerak.

Menari juga memerlukan kematangan psikologis. Karena itu tarian tradisional untuk anak usia dini- anak sekolah SD dan Remaja sampai dewasa itu berbeda dan memang diciptakan sudah sesuai dengan karakter usianya.

Spectra Dance Studio telah mengklasifikan materi-materi tarian berdasarkan tingkatan level anak – Remaja/dewasa. Semua bertujuan untuk melatih, memperkenalkan, melestarikan kesenian tradisional tetapi sekaligus mendidik.

Memaksakan jenis tarian yang tidak sesuai dengan karakter psikologis usianya akan membebani anak dikemudian hari dan tentunya tidak baik bagi perkembangan emosional anak.

Menurut I Gusti Komang Aryaprastya dalam PENDIDIKAN SENI TARI ANAK USIA DINI

MELALUI STIMULUS BERKREASI TARI NUSANTARA, Anak Usia Dini merupakan sosok insan yang masih memiliki sifat bermain yang sangat tinggi, oleh karena itu kebebasan berimajinasi menjadikan dirinya memiliki keunikan tersendiri dibandingkan orang dewasa. Kegemarannya bermain seringkali menghadirkan suara-suara maupun gerak-gerik tubuh yang indah atau ekspresif dengan gaya yang spesifik. Perilaku seperti ini bisa menjadi sumber kreatifitas dan acuan dalam memotivasi keberanian untuk berkreasi.

Seperti misalnya dalam menari tarian hewan seperti semut, bebek, kancil, dan sebagainya, anak akan menari sambil dilatih berimajinasi menirukan binatang, dengan arahan, ia belajar menirukan gerak bebek terbang, kancil melopat, semut berlari dan seterusnya, itulah orisinalitas anak-anak dalam berekspresi.

Kecenderungan anak-anak menyukai musik-musik yang populer seperti dangdut, india, korea dan sebagainya serta dengan goyangan-goyangan yang meniru orang dewasa. Karena secara psikologis memang anak-anak adalah peniru yang ulung. Oleh karena itu, sebagai orangtua, orang dewasa yang ingin generasi penerus yang terdidik mental dan emosionalnya sesuai dengan usianya, perlu membimbing dan mengarahkan lebih baik. Memperkenalkan pada dunia seni tradisional juga sebaiknya sesuai dengan tingkatan usianya, akan sangat berbahaya jika memperkenalkan materi seni kepada anak, namun tidak mempertimbangkan faktor psikologis dan tingkat perkembangan emosional anak.

Advertisements

TARI EBLAS

Versi pertama Eblas

Versi pertama tari Eblas

Tari Eblas Versi kini

 

Tari EBLAS adalah tari kreasi tradisional yang menceritakan tentang gadis-gadis madura yang cantik, feminin, luwes, lincah dan ceria.

Tari Eblas awal diciptakan berangkat dari ide keberadaan Topeng sebagai sebuah karya seni unik di Jawa Timur. Tari ini mengangkat seni Jawa-Madura yang dilahirkan dalam iklim budaya Surabaya.

Arif Rofiq menciptakan tari Eblas sekitar tahun 1990-an dengan konsep koreografi menggunakan topeng. Namun seiring perkembangan jaman, banyak penari yang sangat jarang mengenakan topengnya sehingga menonjolkan wajahnya.

Jadi tari Eblas dengan topeng -red: Topeng Eblas- bukanlah suatu inovasi baru dari tari Eblas tetapi justru adalah asal mula tari Eblas diciptakan.

Kostum tari Eblas sangat bervariasi, namun intinya adalah pakaian khas bernuansa madura. Seperti: kebaya madura, sewek/rok dengan batik madura, cemol madura, dan gelang kaki.

TARI LENGGANG SURABAYA

Tari Lenggang Surabaya adalah sebuah tari kreasi yang diciptakan oleh Dimas Pramuka Admaji untuk mengangkat kesenian tradisi Surabaya. Berangkat dari berbagai jenis kesenian tradisi seperti Tanda’an/Tayub dan Sandur Madura yang berada di Surabaya dan sekitarnya, maka pada tahun 1995, Dimas Pramuka Admaji menciptakan tari Lenggang surabaya atas pesanan dari Walikota Surabaya pada saat itu bahwa Surabaya perlu adanya  tari penyambut tamu. Tanggal 31 Mei 1995 tari Lenggang Surabaya pertama kali di pentaskan/dipergelarkan pada acara resepsi Hari Jadi kota Surabaya di kediaman Walikota Jl. Sedap malam Surabaya.

PROSES PENCIPTAAN TARI LENGGANG SURABAYA.
Dengan latar belakang mengangkat, melestarikan dan mengembangkan seni tari di Surabaya, sebagaimana disesuaikan dengan tuntutan kemajuan kota semakin pesat maka dengan menggarap dan menciptakan tari baru yang masih berpijak pada kesenian daerah setempat ini diharapkan menambah khasanah seni tari di Surabaya.
Inipun tidak lepas dari menumbuhkan rasa cinta kota Surabaya yang mana peran generasi muda peduli budaya kota Surabaya sangatlah perlu demi menepis budaya asing yang semakin rawan di kota metropolis.
Dalam proses penciptaan tari Lenggang Surabaya yang berangkat dan berpijak pada kesenian Tanda’an dan sandur Madura yang berkembang di Surabaya ini melalui tahapan eksplorasi, Improvisasi, komposisi gerak, musik dan busana.

  • Kesenian Tanda’an/Tayub

Kesenian ini sering ditemui di perkampungan kota Surabaya, biasanya pada acara perkawinan, khitanan dan sebagainya yang banyak dilakukan pada malam hari.
Kesenian ini hampir punah keberadaanya di Surabaya. Pada kesenian Tanda’an ini tamu yang hadir mayoritas laki-laki, yang mana hamper semua tamu mendapat giliran nandak atau kesempatan menari bersama tandak ( ledhek tayub ). Dan dengan membayar atau memberikan tip mereka berhak meminta lagu/gending yang disukai untuk menari.
Penari wanita yang disebut Ledhek atau tandak selalu membawa sampur dengan busana angkin melilit dengan rapi di bagian dada yang biasanya selalu diserasikan dengan busana bawah yang disebut jarit atau kain panjang. Sedangkan tat arias yang dipakai adalah tat arias cantik dengan memakai sanggul yang diberi hiasan bunga dan asesoris sebagai pemanis lainya seperti giwang dan kalung. Kesenian ini tergolong tari pergaulan yang mana seorang penari wanita selalu berusaha memikat pasangannya.

  • Kesenian Sandur Madura

Keberadaanya di Surabaya juga hampir punah dan biasanya di jumpai di perkampungan Madura di Surabaya. Penyajian kesenian Sandur ini hampir mirip dengan penyajian kesenian Tanda’an/Tayub. Sang Penari utama sebagai primadona adalah penari wanita selalu berhadapan dengan tamu laki-laki.Gending yang dibawakan biasanya seperti Talang, Rarari, Puspa, Walang kekek dan sebagainya.

SINOPSIS
Tari Lenggang Surabaya merupakan tari garapan baru yang diangkat/bersumber dari kesenian Tanda’an dan Sandur Madura yang ada di Surabaya dan sekitarnya.

Lenggang berarti gerak yang manis dan indah, Surabaya merupakan kota metropolis dimana nama ini mengikat untuk lebih mengidentifikasikan bahwa Lenggang Surabaya tentunya dari Surabaya.
Tari Lenggang Surabaya ditarikan oleh beberapa wanita dan menggambarkan Ning-Ning Surabaya yang kreatif, dinamis dan ekspresif.

 

BENTUK PENYAJIAN

A.  Tata Rias

Tata rias untuk mewujudkan mimik wajah penari dalam tari Lenggang Surabaya yang tergolong tari lepas dan bentuk tari yang di tarikan secara kelompok oleh beberapa wanita ini menggunakan tata rias cantik dengan mempertimbangkan nuansa serta bauran dan style pada warna riasan antara penari satu dan lainya memunculkan satu karakter. Rias cantik pada tari Lenggang Surabaya memberikan kesan dinamis dan ekspresif yang ditimbulkan oleh goresan garis tegas pada Alis dan rias mata.
Pada rias cantik nuansa warna yang dipakai bisa tergantung selera tetapi tetap harus memikirkan keserasian dengan warna yang dikenakan agar harmonisasi tercapai.

Desain rias seperti ini sangatlah perlu karena sangat membantu wajah penari hingga terlihat bersih rapi dan menarik, yang merupakan pertimbangan sesuai dengan karakter tari Lenggang Surabaya yang pada dasarnya menonjolkan pesona yang menawan seperti penari tandha’an atau ledhek yang selalu berusaha memikat tamu.sebagai salah satu sumber garap tari Lengggang Surabaya.

B. Tata Busana

Desain busana sangat penting karena penataan dan garap busana pada sebuah tari sangat membantu secara ekspresifitas garap gerak tari bahkan dalam memunculkan suatu karakter tari yang diharapkan pada koreografi. Tari Lenggang Surabaya yang merupakan tari garapan baru dan menggambarkan Ning- Ning Surabaya yang kreatif, dinamis dan ekspresif ataupun sebuah karya tari yang tergolong intertaimen maka busana yang dikenakan mengarah ke jenis busana abyor atau dengan tatanan pemanis pada aksen-aksen garis dengan harapan penari lebih kelihatan modis, cantik, menawan dan rapi. Tatanan desain busana tari Lenggang Surabaya ini walaupun tatanan menonjolkan banyak pengembangan namun masih berpijak pada sasaran tradisi yang dikembangkan dari penari Tandhak, Penari Sandur dan Ning Surabaya yang menjadi sumber garap.

Desain dan nuansa dalam tatanan busana tari Lenggang Surabaya terdiri dari :

Kain panjang :
Batik pekalongan atau batik yang mengarah ke corak Madura, lasem Sidoarjo dsb. Sebagai aksen pemanis bentuk jarit adalah garis wiron yang diseuaikan dengan paduan jarit dan kebaya.
Kebaya :
Merupakan busana badan yang desainya sengaja dimasukan pada angken atau kemben. Desain ini menunjukan bahwa penari tandak sebagai sumber garap selalu berdandan menonjolkan angkin pada busana badan. Hal ini dirasa juga sangat membantu ekspresi tubuh sebagai media gerak yang dimunculkan oleh sikap tubuh penari Lenggang Surabaya.

Angken/kemben/Mekak :
Busana angken dikenakan diluar kebaya, menggunakan payet atau manik-manik yang sifatnya tidak hanya sebagai pemanis namun juga sebagai sentuhan-sentuhan karakteristik pada busana Ngremo Putri pada kesenian Tandha’an yang identik melakukan upaya menghias diri demi memikat semua yang melihanya.

Busana Lainya :

  • Bokongan ( merupakan ugo rampe yang letaknya di belakang membentuk garis melengkung di pinggang )
  • Sampur ( juga disebut selendang yang berfungsi sebagai busana dan property yang diletakkan pada punggung penari menjurai kebawah.
  • Sabuk atau ebog ( merupakan ikat pinggang yang terletak pada pinggang dan terdiri dari sabuk besar dan kecil yang dikenakan ber sap atau tumpuk.
  • Perhiasan:
  • Giwang ( pemanis pada daun telinga yang tebuat dari permata)
  • Bunga Melati sisir dan pengasih atau sintingan ( sisir adalah rangkaian melati yang letaknya melengkung pada garis atas kode dan pengasih atau sintingan adalah ronce bunga melati dengan bunga kantil yang diletakan di bagian samping konde di belakang telinga.
  • Bunga mawar atau bunga ceplok berbetuk bulat yang biasa juga bisa disebut jebehan
  • Cunduk/ cucuk
  • Konde ( konde yang dipakai adalah jenis konde jawa dan bisa juga jenis konde yang biasa dikenakan ning Surabaya ataupun alternative lain adalah konde modern ukuran sedang.

C. Iringan tari

Tari Lenggang Surabaya menggunakan iringan gamelan Jawa dengan laras Slendro.
Iringan tari Lenggang Surabaya tidak hanya sebuah musik sebagai pengiring namun ditata sedemikian rupa sehingga memunculkan dinamika yang dibawakan secara komposisi gerak dalam mencapai ekspresi penampilan tari secara utuh. Garap iringan tari Lenggang Surabaya merupakan pengembangan dari gending-gending Jawa Timuran seperti : Walang kekek, Jaranan, Jula-juli, Ceko, Blandong, Gedog dsb. Style dan ornament tambahan seperti Vokal madura, lagu Tanjung Perak sebagai kesan emosional pada identitas Surabaya dan juga merupakan pengembangan yang terekplor dari Sandur Madura dan Ngremo Putri yang berkembang di Surabaya sebagai inspirasi ataupun sumber garap tari Lenggang Surabaya yang di harapkan menjadi tari selamat datang serta tari garapan baru sebagai sebuah tari yang dimiliki oleh Surabaya.

Dengan latar belakang mengangkat, melestarikan dan mengembangkan seni tari di Surabaya, sebagaimana disesuaikan dengan tuntutan kemajuan kota semakin pesat maka dengan menggarap dan menciptakan tari baru yang masih berpijak pada kesenian daerah setempat ini diharapkan menambah khasanah seni tari di Surabaya.

Tari Lenggang Surabaya telah sering kali disajikan sebagai penyambutan dalam berbagai acara penting seperti:

  • Menyambut Presiden Megawati di Sangrila hotel th. 2004.
  • Closing ceremony of Surabaya Cross Cuulture Festival 2012 in Surabaya City Hall area, Park Surya, Surabaya.
  • Peresmian kapal perang baru yang diberi nama KRI Surabaya. Peresmian dilakukan di Koarmatim, Ujung, Surabaya, 2008
  • Indonesia Forum International Poet (FPII), 2012.
  • Perjamuan tamu INDIA di grahadi, 2013
  • Perjamuan penandatanganan kesepakatan jatim dan kalsel di grahadi, 2013
  • dan masih banyak lagi

 

Sumber

Tari Lenggang Suroboyo di INBOX SCTV

Sungguh menggembirakan melihat INBOX SCTV menyajikan tari-tari tradisional daerah yang ada di Indonesia. Ternyata Surabaya pun tak luput dari perhatian. Beberapa tari khas Jawa Timur disajikan oleh penari-penari Jatim di INBOX-SCTV diantaranya adalah tari Lenggang Srurobo yang adalah tari kreasi yang diciptakan dengan semangat Suroboyoan. Diilhami oleh tradisi tayuban, tari ini mengkisahkan tentang gadis-gadis Suroboyo yang ayu, lembut, dan lincah. Tak lupa memasukkan lagu “Tanjung Perak” yang adalah khas Suroboyo ke dalam musiknya.

Tari ini sangat menarik dan tepat sebagai tari Selamat Datang/Penyambutan. Gerak-geraknya sangat bervariasi dengan alunan musik yang dinamis, kadang cepat, kadang lembut. Membuat penari-penari terlihat sangat gemulai dan anggun.

[Lenggyoutube=http://www.youtube.com/watch?v=XibQHXo48WY]

Semoga apresiasi masyarakat terhadap seni tari menjadi lebih tinggi dan luas, tidak hanya terfokus pada tari-tari daerah tertentu saja.

Contoh judul tari Jatim berdasarkan jenisnya

Berdasarkan jenis koreografi, tari pada saat ini dapat diklasifikasi menjadi 3, yaitu Tari Klasik, Tari Kreasi, dan Tari kontemporer.

A. Tari klasik adalah tari yang mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak jaman feudal.Tari ini biasanya hidup dilikgkungan keraton.

Ciri-ciri tari klasik adalah :
a. Mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi
b. Hidup dikalangan raja-raja
c. Adanya standarisasi
d. Diturunkan antar generasi

Contoh tari klasik Jawa Tengah adalah bedaya,srimpi,lawung ageng,lawung alit dan juga karya-karya empu tari baik empu tari gaya Yogyakarta dan empu tari gaya Surakarta seperti S.Mariadi dan S.Ngaliman  yang sampai sekarang masih bisa dinikmati seperti : Gathotkaca Gandrung, Bondabaya, Bandayuda, Palguna-palgunadi, Retna Tinanding, Srikandi Bisma, dll

Contoh tari klasik dari Jawa Timur:
1. Tari Tari Remo Bolet/jombangan dari Jombang
2. Tari Tari Remo Munali dari Surabaya
3. Tari Beskalan dari Malang
4. Tari Gandrung dari Banyuwangi
5. Tari Kuda Lumping dari Ponorogo

B. Tari kreasi baru adalah tari-tari klasik yang dikembangkan sesuai dengan  perkembangan jaman dan diberi nafas Indonesia baru. Contoh tari kreasi  baru adalah karya-karya dari Bagong Kusudiarjo dari padepokan Bagong Kusudiarjo dan Untung dari sanggar kembang sore dari Yogyakarta.

Contohnya lainnya dari Jawa Tengah adalah :
Tari Kupu-Kupu , Tari Merak, Tari Roro Ngigel, Tari Ongkek Manis, Tari Manipuri, Tari Roro Wilis,dll

Contoh tari kreasi dari Jawa Timur:
1. Tari Banjar Kemuning dari Sidoarjo
2. Tari Kasomber dari Madura
3. Tari Zavin Mandailing dari Bawean, Gresik
4. Tari Lenggang Surabaya dari Surabaya
5. Tari Eblas dari Madura

C. Tari Kontemporer, Istilah ‘kontemporer’ begitu kerap digunakan di perbincangan dunia seni tari Indonesia, sementara makna dan cakupan definisinya tidak pernah didiskusikan secara diskursif. Akibatnya, pengertian ‘tari kontemporer’ cenderung disederhanakan sebagai sebuah istilah yang terlanjur popular, dan berada di antara dua kutub: yaitu semua karya seni tari yang bukan untuk konsumsi hiburan popular, namun secara bentuk juga bukan termasuk seni tari tradisional yang bersandar pada pakem-pakem yang sudah berlaku lama. Tapi, karya tari ‘kontemporer’ adalah yang bukan tari latar di acara seperti Gebyar BCA atau pertunjukan dangdut Inul, tapi juga bukan tari sakral macam Bedaya Ketawang atau tari rakyat ala jogedan ledek Banyuwangi.

Padahal, sebagai sebuah sistem pengetahuan dan wacana (diskursus), tari modern/kontemporer adalah topik yang paling tidak telah berkembang sejak seratus tahun terakhir. Jika bercermin pada diskusi yang berlangsung di tingkat global, sebelum sampai pada istilah ‘kontemporer’, dunia tari (terutama di Eropa dan Amerika) lebih dulu muncul dengan istilah ‘tari modern’ ― yang referensinya mengarah pada sebuah momentum artistik ketika penciptaan tari dimotivasi niat untuk menjadikan tari sebagai bahasa ucap ekpresi seni tari itu sendiri. Yaitu, momentum ketika tari bukan lagi melayani kebutuhan di luar dirinya ― entah itu konteks di dunia ritual, maupun ruang-ruang sosial dan kultural ― melainkan melayani tari itu sendiri (retro.blogspot.com).

Pengertian ‘kontemporer’ yang dapat dipahami selama ini adalah: Seni kontemporer adalah seni yang disemangati oleh kebebasan: Kata “kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui (spirit kekinian). [ http://www.dikbangkes-jatim.com/?p=1255]

Biasanya, tari kontemporer disajikan secara eksklusif, bukan untuk konsumsi hiburan popular/umum. Jenis tari ini biasa diciptakan untuk suatu kepentingan seni khusus seperti festival seni tari nasional dan international. Oleh karena itu orang umum kemungkinan banyak sekali yang tidak tau judul-judul tarinya dan apalagi penampilannya.

Tari kontemporer yang berasal dari Indonesia umumnya tetap mengangkat seni tradisi masing-masing daerah. Minimal koreografer mengangkat budaya lokal yang ada. Seperti budaya tayub, disajikan dengan paduan gerak-gerak lainnya yang non-tradisi. Dan kombinasi musik yang juga berbau tradisi namun tidak pakem, seperti gamelan dikombinasikan dengan biola.

Contoh tari kontemporer tradisi dari Jawa Timur:
1. Tari Ronjengan dari Madura (disajikan pada Pekan Seni Mahasiswa Regional tahun 2012 di gedung Cak Durasim)

2. Tari Barong Prejeng dari Banyuwangi (disajikan pada Perhelatan seni budaya dan pariwisata Kemilau Nusantara 2012)

3. Tari Ta’ Andhik Lesso dari Surabaya (disajikan pada Pekan Seni Mahasiswa Regional tahun 2005 di gedung Cak Durasim)

4.Tari Kidung Soren dari Surabaya (disajikan pada Pekan Seni Mahasiswa Regional tahun 2008 di gedung Cak Durasim)

5. Tari Somo Ellah dari Surabaya (disajikan pada Pekan Seni Mahasiswa Regional tahun 2012 di gedung Cak Durasim)

6. Tari Besut Beset dari Surabaya (disajikan pada Pekan Seni Mahasiswa Regional tahun 2012 di gedung Cak Durasim)

Ekspresi yang bersifat kekinian tentunya memiliki ciri-ciri yang menonjolkan inovasi (pembaharuan) maka selanjutnya disebut sebagai seni tari “modern”. Varian dari seni tari modern yang seringkali tampil sebagai bentuk “kemasan” atau Kicth, adalah seni tari yang bersifat menghibur, perkembangannya sesaat dan tidak memiliki dasar filosifis yang dalam. Perkembangan seni tari hiburan ini disebut sebagai popular performing art (seni tari populer).

Tari modern adalah sebuah tari yang mengungkapkan emosi manusia secara bebas atau setiap penari bebas dalam mewujudkan ekspresi emosionalnya yang tidak terikat oleh sebuah bentuk yang berstandar. Contoh tari modern adalah : Caca, Break Dance, Penari Latar, Samba, dll

Dirangkum dari berbagai sumber

TARI ZAVIN MANDILINGAN/MANDAILING (Bawean-Gresik, Jatim)

Tari Zapin, jika menyebut nama ini orang mungkin lebih banyak mengarah langsung pada tari melayu. Tari yang umumnya ada dan berasal dari Sumatera, Indonesia yang memang dekat dengan Negara Malaysia yang juga melestarikan Zapin sebagai bagian dari budaya Melayu. Tahukah anda jika ternyata tari Zapin juga merakyat di Gresik, Jawa Timur? Simak ulasan berikut ini.

Latar Belakang Ringkas Tarian Zavin Mandilingan

Salah satu bentuk tarian pergaulan masyarakat Gresik yang masih utuh dan popular dewasa ini ialah tari zavin. Dari perspektif sejarah perkembangannya tarian zavin telah menular luas di kalangan penggemar seni tari di Gresik ini telah mengalami pengubah suaian dari segi bentuk dan ragamnya yang ternyata lebih tradisional sifatnya. Keunikan tradisi zavin terletak bukan saja pada kesatuan musik dan peralatannya yang dipengaruhi oleh keseniaan Arab bahkan juga pada sifat segretasi penari dan penonton. Dalam konteks inilah keunikan tarian javin terutamanya pada ciri penghubungannya dengan keseniaan Islam yang dibawa oleh orang-orang Arab. Di Gresik Tarian zavin yang sudah diterima sebagai seni yang berunsur Islam yang berfungsi sebagai hiburan sama ada pada acara-acara sekular maupun acara sambutan hari-hari kebesaran. Satu hal yang menarik mengenai tarian Zapin ialah keupayaan mewujudkan rasa persaudaraan penari dan pemusik yang dapat dimunculkan di kalangan mereka sekaligus mematahkan rasa malu penari-penari apabila menari di khalayak ramai. Secara simbolik gerak tari javin ini menampakkan kepentingan usaha bersama dan bukannya usaha individu disamping meminggirkan persaingan antara pemain-pemain dalam kumpulan maupun antara kumpulan, Ditinjau dari perspektif inilah, keunikan dan keistimewaan tarian javin terlihat. Zavin merupakan hasanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dariArab. Tari zavin pada mulanya merupakan tarian hiburan dikalangan raja-raja di istana setelah dibawa oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan. Musik pengiringnya terdiri dari dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecilyang disebut marwas. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan.

Tari Zavin Mandilingan dapat diintepetasikan sebagai satu Refleksi acuan sosial sebagian masyarakat Bawean, Gresik. Pancaran dan ekspresi wajah sang penari yang nampak berbinar dengan sunggingan senyum yang mempercantik wajah sang penari. Karena di Bawean yang dijuluki Pulau Putri, banyak perempuan yang ditinggal suami mencari nafkah di negeri rantau dalam jangkawaktu yang lama. Maka, kala sang suami pulang dari perantauannya, sang istri menyambutnya dengan suka cita. Kerinduan yang bercampur dengan rasa gembira dan haru itu kemudian berubah menjadi suka cita yang terasa bagai seteguk air di gurun yang tandus. Itu pula yang terepresentasi dari tarian tersebut.

 

Tarian ini juga memiliki kekhasan momen tampilannya. Karena tarian yang ditarikan berkelompok ini disajikan pada saat penyambutan kedatangan tamu dalam acara seremonial maupun kasual. Maka ekspresi rasa hormat dan suka cita terpancar dari wajah para penari. Warna baju yang dikenakan para penari pada dasarnya adalah krem. Tapi kini, semakin berkembang dan dapat dimodifikasi sedemikian rupa. Yang jelas warna pakaian yang ditampilkan tidak mengurangi rasa sukacita dari penarinya. Karena pakem dasar tujuan performa tarian ini adalah memunculkan suasana yang ceria dan ”hidup”.

Tentang gerakannya, tarian ini memiliki keistimewaan dengan kerancakan dan kertimikannya. Karena disajikan berkelompok, tentu dibutuhkan kekompakan yang teramat bagus. Gerakan yang dinamis ini yang membedakan dengan gerakan gemulai yang khas tarian Jawa pada umumnya. Sekilas juga nampak tarian ini berbau melayu. Hal ini tak mengherankan karena sebagain lelaki Bawean bekerja di negeri Jiran Malaysia dalam kurun yang lama. Bahkan ada sebagaian yang telah menetap dan menjadi warga negaranya. Namun hubungan mereka dengan sanak keluarga yang ada di pulau yang berjarak 7o mil laut arah utara Gresik ini masih berjalan dengan sangat harmonis dan rukun.

 

 

Asal – Usul dan Pengertian Tari Zapin

Zapin berasal dari bahasa arab yaitu “Zafn” yang mempunyai arti pergerakan kakicepat mengikut rentak pukulan. Zapin merupakan hasanah tarian Melayu yang mendapat pengaruhdari Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur,digunakan sebagai media dakwah pada era penyebaran agama islam. Musik pengiringnya terdiri dari dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penaricampuran laki-laki dengan perempuan. Tari Zapin sangat banyak ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapinnya sama.

 

Sejarah Tari Zapin

Zapin dipercayai dibawa oleh mubaligh-mubaligh dari Timur Tengah kira-kira pada abad ke-15. Kebanyakan mubaligh-mubaligh dan pedagang-pedagang ini datang dari TanahArab dan Parsi. Di dalam dialek Yamen ia dikenali sebagai Zaffana. Pada permulaan hanyagolongan lelaki yang menyertai tarian ini. Tapi kini ia telah dimodifikasi dengan penyertaan golongan wanita. Versi paling asas ialah gerakan mengikut alunan musik dan perkiraan 1 2 3 dan 4. Pada kiraan ke-4 kaki dilunjurkan ke belah kiraan terakhir dibuat. Ia boleh dilakukan setempat atau gerakan ke depan atau kebelakang. Semasa melakukan gerakan, kondisi tubuh penari biasanya dalam keadaan tegak dan agak mendada. Zapin biasanya diiringi oleh beberapa instrumen muzik tradisional dan genre lagunya biasanya genre Samrah. Instrumen yang terlibat pula ialah Biola, Marwas dan Gambus. Dalam Zapin tiada peraturan yang tetap dalam menentukan berapa orang penariyang diperlukan untuk membuat persembahan. Namun, oleh kerana penari perlu berinteraksi antara satu sama lain tarian Zapin digalakkan untuk dilakukan secara berpasangan dalam gandaan dua.
Penari-penari kemudian boleh berinteraksi dengan pasangan masing-masing dengan bergurau, mencabar atau menikmati alunan muzik dan lenggok tarian pasangan masing-masing. Terdapat banyak bentuk tarian Zapin dan semuanya telah berevoulusi dari ragam yang asal. Antara variasi tarian yang popular ialah Zapin Tengliu yang berasal dari Mersing. Variasi Tengliu telah diilhamkan dari para nelayan yang sering turun ke laut dan mereka manari diatas kapal dengan mengikut arus ombak laut. Kalau kita melihat variasi ini penari seolah-olah sedang menari sambil badannya terhuyung-hayang kekiri dan kanan sambil tangannya memegang tali kapal. Gerakan variasi Tengliu banyak melakukan gerakan yang tidak disangka-sangka seperti pusingan badan dan pinggang diikuti dengan hentian mengejut dengan kaki, tangan dan bahu. Khazanah tarian yang mendapat pengaruh dari Arab.