Cara memakai kain jarik jawa

Mungkin bagi sebagian besar orang jawa saat ini tidak banyak yang tahu bagaimana memakai jarik. Tidak seperti jaman dulu ketika orang-orang baik perempuan maupun laki-laki terbiasa memakai kain jarik baik di acara resmi maupun di keseharian mereka. Ketika browsing mencari materi tentang memakai kain jarik tuh sangat sulit atau bahkan tidak ada penjelasan yang signifikan. 

Untuk itu saya akan sedikit berbagi ilmu meski tidak bisa menjelaskan secara detail namun setidaknya dapat menambah pengetahuan tentang kebudayaan khususnya jawa dalam memakai kain jarik.

1. untuk wanita

kaki kanan di posisikan di depan kaki kiri (seperti orang melangkah), dimaksudkan agar setelah dililit kain jarik masih bisa jalan dengan nyaman

☑ kain jarik dililitkan dari arah kiri

pertama kali di lilitkan, kain jarik yang disematkan harus ditarik agak banyak atau dilipat membentuk segitiga. Ini dimaksudkan agar ketika dililitkan kain jarik bagian dalam tidak terlihat atau nglewer (bhs. Jawanya) dan tujuan lain agar nanti bentuk lilitan jarik bisa membentuk lekuk tubuh bagian bawah

☑ wiru jatuh di tengah2 kaki

☑ menutupi mata kaki

☑ setelah selesai melilitkan kain jarik baru diikat dengan tali kemudian lengkapi dengan stagen dll.

Lihat vidionya https://youtu.be/3jztLHEROYc

2. untuk laki-laki

berdiri dengan kaki direnggangkan senyamanya

☑ kain jarik dililitkan dari arah kanan. pertama kali di lilitkan, kain jarik yang disematkan harus ditarik sedikit, agar bagian dalam nantinya tidak kelihatan nglewer (bhs. Jawa)

☑ wiru jatuh di tengah-tengah kaki

☑ kain jarik tidak menutupi mata kaki atau sekitar 5cm di atas mata kaki

☑ untuk laki-laki hasil akhirnya tidak membentuk lekuk tubuh bagian bawah seperti pada wanita melainkan jatuh lurus kebawah

☑ setelah selesai melilitkan kain jarik baru diikat dengan tali kemudian lengkapi dengan sabuk dll.

Advertisements