Gubernur Jatim, Soekarwo Pertahankan Trowulan Sebagai Cagar Budaya

Oleh :Dept. Konservasi Nilai Budaya

Surabaya, 4 Maret 2015

Gubernur Jatim, Soekarwo bersikukuh mempertahankan kawasan Trowulan, Mojokerto sebagai cagar budaya, karena merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit.

“Saya bertanggung jawab, sebagai wakil pemerintahan pusat tidak mudah menerima tekanan dari manapun. Untuk menjaga jati diri bangsa, sejarah Majapahit harus dipertahankan”

Hal itu ditegaskan Soekarwo ketika menerima audiensi rombongan Dewan Kesenian Provinsi Jatim dan para penggiat pelestari cagar budaya, di Ruang Kertanagera, Kantor Gubernur, Surabaya, Selasa (3/3).

Menurut Soekarwo, ada tiga hal yang akan dilakukan untuk mempertahankan situs cagar budaya Trowulan. Pertama, dirinyaakan mengirim surat ke Bupati Mojokerto dan akan mengundang pimpinan Dewan, karena DPRD juga harus memahami dan mencarikan solusi jika ada tuntutan dari perusahaan yang akan membangun pabrik.

“Selama ini prosedur yang dilakukan sudah benar hanya karena kesalahan Perda dari sisi Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) Kabupaten Mojokerto yang diperuntukan kawasan industri. Tapi saya tidak setuju di kawasan cagar budaya itu dibangun pabrik,” jelasnya,

Selanjutnya, berkaitan dengan surat dari Kemendagri RI no 430/123/PUM perihal : penetapan kawasan cagar budaya di Trowulan Mojokerto, Pakde Karwo memerintahkan Kepala Disbudpar Jatim Djariyantomelakukan pembenahan secara struktural dengan membuat konsep surat ke Dirjen Kebudayaan, untuk menjelaskan bahwa cagar budaya tidak bisa dipindah, dan diharapkan untuk menelaah kembali keputusan mencabut Trowulan sebagai cagar budaya.

“Tidak bisa memindah Majapahit ke tempat lain, Majapahit tempatnya ya di Trowulan. Yang bisa dipindah pabriknya ke tempat lain,” tegas Pakde Karwo.

Kepada komunitas pelestari cagar budaya Trowulan, Pakde mengatakan bahwa menghadapi intrik-intrik itu biasa, tidak perlu terlalu gelisah terhadap intimidasi, justru harus bangga dianggap sebagai orang penting, tapi harus tetap hati-hati menghadapinya.

”Kita tidak ingin melakukan konfrontasitapi menegakkan melaui budaya musyawarah mufakat, namun tetap teguh mempertahankan substansinya bahwa kawasan Trowulan sebagai cagar budaya, tentunya dilengkapi dengan kajian dan hasil penelitian, dan saya tidak setuju jika dibangun pabrik, apalagi izin mendirikan bangunan belum keluar,” tandasnya.

Sumber:
http://dkjatim.com/news/content/gubernur-jatim-pertahankan-trowulan-sebagai-cagar-budaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s