Gus Nuril Sebut Jathilan Seperti Tarian Darwis Jalaludin Rumi

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG, –  DR KH Nuril Arifin Husein, MBA (Gus Nuril) sangat menyayangkan pernyataan Gubernur Jateng H Bibit Waluyo, yang mengatakan kesenian jaran kepang adalah paling jelek di dunia.

Gus Nuril yang hadir dalam acara Pentas dan Dialog Jaran Kepang bertema Kemerosotan Budaya di Studio Mendut, Kabupaten Magelang, Kamis (13/9/2012), mengatakan, kesenian jaran kepang atau jathilan merupakan ekspresi seni orang Jawa yang setara dengan tarian Darwis ala Maulana Jalaluddin Rumi.

“Jaran Kepang itu sebenarnya seperti tarian Darwis ala Maulana Jalaluddin Rumi. Bagi orang Jawa adalah pencapaian tingkat tinggi dalam jiwanya. Jadi kuda lumping itu mengandung sisi tasawuf yang sangat tinggi,” katanya saat berbincang dengan Tribun Jogja dan sejumlah budayawan Magelang serta dosen dari ISI Surakarta.

Ketua Umum Forum Keadilan dan Hak Asasi Umat Beragama yang juga mantan Panglima Pasukan Berani Mati (PBM) di era Presiden Gus Dur tersebut mengatakan, sebagai seorang pimpinan di Jawa Tengah tidak seharusnya Bibit menjelekkan rakyatnya yang sedang bermain kesenian di hadapan publik bertaraf internasional.

“Bibit tidak layak memimpin Jateng. Karena dia tidak faham dengan perut masyarakat Jateng. Bibit harus minta maaf pada bangsanya. Kalau dia mengaku orang Jawa harus minta maaf pada diri sendiri atau pada orangtuanya,” tandas Gus Nuril.

Gus Nuril menjelaskan, pemimpin yang tidak menyadari kondisi sosial budaya masyarakatnya berarti sudah tercabut dari akarnya. Menurutnya, Indonesia titik centralnya adalah Jawa, kemudian di Jawa centralnya adalah Yogyakarta dan Semarang.

“Indonesia itu titiknya di Jawa, dan centralnya di Yogya dan Semarang. Kalau dia tinggal di Semarang yang notabenenya sebagai central Jawa, sementara pusat budaya Jawa di semarang, masa dia menjelek-jelekkan dirinya sendiri. Itu bukan menyakitkan orang seniman saja tapi juga menyakitkan orang Jawa,” tandasnya.

Menurutnya, asal mula kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia disebabkan sikap para pemimpin yang sudah tidak lagi memerhatikan nilai-nilai kebudayaan dalam pengambilan keputusan.

“Sekarang ini sudah saatnya menyemai bangsa dengan kebudayaan. Semua pimpinan bangsa sudah buta dengan nilai-nilai itu. Kerusuhan di negara ini banyak disebabkan karena pimpinannya tidak faham dengan rakyatnya,” tegas Gus Nuril.

Budayawan Magelang, Sutanto (Tanto Mendut) mengatakan, kesenian jaran kepang itu adalah kesenian paling unik di dunia. Menurutnya, aspek keunikan tersebut terletak pada saat pemainnya kesurupan.

Buktinya, lanjutnya, jaran kepang dari Magelang pada 15-17 Maret 2013 mendatang terpilih untuk tampil dalam festival World of Music Arts and Dance (WOMAD) di New Zealand.

“Yang membuat menarik itu kuda lumping itu dipilih dalam even Asia Pasific itu adalah adanya kesurupan. Mereka tidak memilih jenis kesenian lain, karena jaran kepang itu mengandung keunikan pada aspek psikologi,” kata Sutanto. (tribunjogja.com)

Gerak Tari Kuda Lumping Tak Kalah dengan Gangnam Style

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG, – Sempat disebut oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo bahwa kesenian jaran kepang atau jathilan sebagai kesenian terjelek di dunia, Kesenian jarang kepang malah dijadwalkan akan tampil di event internasional Festival WOMAD di New Zealand, Australia, pada 15-17 Maret 2013.

Jika kesenian tarian jaran kepang memiliki ciri khas dengan penari yang mengendari kuda kepangnya tampil disana, setidaknya akan memangkas habis pernyataan orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Kesenian jarang kepang penuh dengan gerakan unik tak hanya soal kesurupan saja yang menarik, bahkan jika diperhatikan, gerakan pada rangkaian tarian jarang kepang tak kalah hebat dengan gerakan gangnam style yang gerakannya juga mengambil gaya orang menunggang kuda.

Menurut Sutanto Budayawan sekaligus seniman senior dari Komunitas Lima Gunung Magelang, kuda lumping adalah sebuah khasanah kesenian yang menarik perhatian bagi orang yang menyukai kebudayaan sebagai sebuah rangkaian luas. Tidak hanya sekadar gerak dan struktur bentuknya saja.

“Tidak ada sejarahnya, Jawa amburadul karena keberadaan kuda lumping,” ujar Tanto Mendut dalam acara Pentas dan Dialog Jaran Kepang bertema Kemerosotan Budaya di Studio Mendut, Kabupaten Magelang, Kamis, (13/9/2012).

Terkait tampil di Australia, Sutanto mengungkapkan, panitia festival mengundang kelompok seniman Komunitas Lima Gunung Magelang dan meminta nantinya menampilkan kesenian Jaran Kepang.

Undangan ini dinilai sebuah pengakuan bahwa dunia internasional saja mengakui keunikan Jaran Kepang. Apalagi masyarakat Indonesia seharusnya lebih menghargai dan mengakui.

“Festival ini sangat berwibawa untuk ukuran Asia-Afrika. Sebab sebanyak 30.000 orang penonton dari berbagai negara akan hadir dan sebanyak 400 musisi akan tampil,’’ kata seniman senior dari Komunitas Lima Gunung Magelang.

Pada acara itu, para seniman petani di kawasan Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh, hadir semuanya. Juga ditampilkan tarian Jaran Kepang. Antara lain tarian dari kelompok Jaran Kepang Ngablak, Grabag, dan Mendut. (tribunjogja.com)

TENAGA, RUANG, WAKTU

Tenaga

Setiap kita melakukan gerak, pasti akan memerlukan tenaga. Tanpa tenaga,tidak mungkin dapat dihasilkan gerak yang baik, karena tenaga merupakan kekuatanyang akan mengawali, mengendalikan dan menghentikan gerak.Untuk lebih jelasnya sebagai contoh, misalnya jika anda menggerakkan tangan ke depan dan ke belakangdalam menari massal, agar gerakannya kelihatan seragam maka tenaga yang digunakan harus seragam pula, yaitu agar ayunan bisa sama.

 

Penggunaan tenaga didalam gerak tari berbeda dengan penggunaan tenaga dalam kebutuhan lain. Untuk itu harus memahami cara penggunaannya, karena penggunaan tenaga dengan baik akan memberi efek dinamika dalam sebuah tarian.Unsur tenaga di dalam tari menggambarkan suatu usaha yang menentukan memberikan watak pada gerak.

 

Ruang

Diatas telah dikemukakan bahwa ruang adalah salah satu unsur pokok yangmenentukan terwujudnya suatu gerak. Mustahil jika suatu gerak lahir tanpa adanyaruang, karena setiap gerak yang dibuatnya memiliki disain ruangan dan berhubungandengan benda-benda lain dalam dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, penari semata-mata dapat bergerak atau menari karena adanya ruang. Ruang di dalam tari dapat dibedakan dari ruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak.

 

Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang langsung berhubungan dengan penari, yang batas imajinasinya adalah batas yang paling jauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam keadaan keadaan tidak pindah tempat.Misalnya jika anda bergerak menirukan burung terbang dengan menggunakan kedua tangan ke atas dan kebawah, sejauh jangkauan ayunan tangan itulah yang dimaksud dengan ruang yang diciptakan oleh penari.

 

Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak adalah wujud ruang secara nyata, merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan gerak.misalnya: Panggung, halaman terbuka lapangan dan lain – lain. Pokok permasalahan yang terkandung dalam ruang, baik itu berupa ruang yang diciptakan oleh penari maupun ruang tempat menari, meliputi : Garis, volume, arah, level dan fokus. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut:

 

a)Garis, yaitu kesan yang ditimbulkan setelah menggerakkan tubuhsedemikian rupa dengan membentuk garis tubuh diluar garis tubuh yangalami. Garis – garis ini menimbulkan kesan yang tidak berbeda dengan garis – garis dalam seni rupa. Misalnya garis tubuh yang melengkung menimbulkan kesan manis. Garus diagonal atau zig-zag menimbulkan kesan dinamis. Garis tegak lurus memberi kesan tenang dan seimbang. Garisdatar memberi kesan istirahat dan sebagainya.

 

b) Volume, yaitu jangkauan gerak yang tergantung dari besar kecilnya ruang yang digunakan seorang penari. Misalnya, langkah ke depan dapatdilakukan dengan langkah pendek, langkah biasa dan langkah lebar. Gerakanini sama tetapi dilakukan dengan ukuran yang berbeda. Dengan kata lain, gerakan kecil bisa dikembangkan dan gerakan besar dapat dikecilkan volumenya.

 

c)Arah,yaitu arah hadap penari ketika melakukan gerak. Arah itu bisa kedepan, ke belakang, kesamping dan ke arah lainnya.

 

d)Level, berhubungan dengan tinggi rendahnya penari pada saat melakukangerakan. Ketinggian maksimal dicapai penari adalah pada saat melompat keudara dan ketinggian minimal dicapai ketika rebah dilantai.

 

e)Fokus, yaitu sudut pandang suatu perspektid penonton dan yang diperlukan dalam melakukan rangkaian gerak.

 

Waktu

Waktu adalah elemen yang membentuk gerak tari selain unsur tenaga dan ruang yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya, karena merupakan suatu struktur yang saling berhubungan. Perannya saja yang berbeda. Elemen waktu berkaitandengan ritme tubuh dan ritme lingkungan. Gerak yang dilakukan dalam waktu sedang, cepat maupun lambat akan memberikan daya hidup pada sebuah tarian. Unsur waktusangat berkaitan dengan unsure irama yang meberi nafas sehingga tampak hidup